Jenis Routing Berdasarkan Beberapa Aspek

Istilah “routing” dikenal dalam dunia dunia networking. Routing adalah suatu proses pengiriman data menggunakan alat router yaitu alat yang mampu mengirimkan paket data melalui internet atau jaringan menuju tujuannya.
Proses routing terjadi pada lapisan ketiga (yaitu lapisan jaringan, misalnya internet protocol) dari stack protocol (protokol tumpukan) tujuh lapis OSI.
Agar proses routing bisa berjalan, hal-hal yang harus diperhatikan pada router yaitu alamat tujuannya, berbagai router yang terlibat agar bisa mempelajari suatu network remote yang dibuat, dan router terbaik pada setiap jaringan.
Informasi mengenai router tersimpan di dalam routing table, yang kan menjelaskan baganimana cara menemukan network remote.

Jenis-Jenis Routing

Jenis-jenis dari routing dapat dibedakan berdasarkan sifat routing, routed and routing protocol dan class in routing protocol. Untuk lebih jelasnya dibawah ini akan di jelaskan mengenai pembagian jenis-jenis routing:

A. Berdasarkan Sifat Routing

Jenis-Jenis Routing Berdasarkan Sifat Routing

1. Routing Statis

Merupakan routing yang dilakukan oleh Anministrator Jaringan secara manual. Yaitu dengan cara input pengaturan routing table yang bersumbet dari router. Pengaturan itu akan menggambarkan jalur dari sebuah paket ke tujuan melalui interface mana yang akan dilewati.
Kelebihan:
  • Pada CPU router, tidak ada waktu pemrosesan (overhead).
  • Di antara router tidak ada digunakan bandwidth.
  • Jaminan keamanan, dikarenakan administrator jaringan akan memilih pengaturan akses routing pada jaringan tertentu
Kekurangan:
  • Administrator harus mampu memahami internetwork pada sebuah sistem dan router, agar bisa terhubung dan berfungsi dengan benar.
  • Ketika sebuah jaringan ditambahkan ke internetwork, maka administrator jaringan harus mampu menambahkan routing table pada semua router yang terhubung manual.
  • Pada jaringan komputer dengan skala besar routing statis tidak sesuai untuk digunakan.

2. Routing Default

Pengiriman paket secara manual menuju router hop selanjutnya merupakan fungsi dari routering ini. Yaitu dengan cara menambahkan router pada jaringan tujuan, yang control remotenya tidak tersedia di routering table. Dipakai pada jaringan yang mempunyai satu jalur keluar.
Kelebihan:
  • Konfigurasi simple, karena administrator hanya perlu memasukkan satu jenis perintah routing saja dan semua route akan terlaksakanan/dilewati.
Kekurangan:
  • Terdapat routing yang tidak dibutuhkan, sehingga memungkinkan semua router dapat menerima routing tersebut (yang tidak dibutuhkan). Dan penggunaan hardware meningkat serta kerja dari router menjadi lama.

3. Routing Dinamis

Proses routing dilakukan dengan membuat sebuah jalur komunikasi data otomatis, yang diatur sesuai konfigurasi. Apabila perubahan topolodi terjadi dalam jaringan, maka jalur routing baru akan dibuat oleh router secara otomatis. Routing dinamis terdapat pada lapisan jaringan layer komputer pada TCP/IP Protocol Suites. Routing dinamis juga berfungsi untuk menemukan jaringan dan melakukan update routing table di router.
Kelebihan:
  • Hanya mengenal alamat host tertentu (yang terhubung dengan router).
  • Jika terjadi penambahan jaringan (network), maka tidak perlu melakukan pengaturan ulang pada semua router .
  • Lebih mudah digunakan dibandingkan routing statis dan default.
Kekurangan:
  • Beban kerja router menjadi berat karena pembaharuan pada routing table pada waktu tertentu.
  • Kecepatan pengenalan maupun kelengkapan routing table membutuhkan waktu yang lama.

B. Berdasarkan Routed and Routing Protocol

Jenis-Jenis Routing Berdasarkan Routed and Routing Protocol

1. Routed Protocol

Merupakan protocol pada router yang digunakan untuk mengirim data pengguna dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Routed protocol ini membawa trafik data misalnya file transfer, e-mail dan trafik network lainnya. Contoh routed protocol : IPX, IP, DECnet dan AppleTalk.

2. Routing protocol

Merupakan protocol pada jaringan komputer, fungsinya secara dinamis mempelajari sebuah jaringan yang terhubung dan membrodcast, serta mempelajari network path yang ada. Jika routernya berbeda bisa saling bertukar update melalui routing protocol. Contohnya BGP, EIGRP, RIP dan OSPF.
  • Border Gateway Protocol (BGP)

Salah satu jenis protocol dalam komunikasi data. Kemampuannya untuk pertukaran rute, mengumpulkan rute, menentukan rute menuju lokasi tujuannya pada sebuah jaringan.Dilengkapi dengan algoritma. BGP merupakan kategori routing protocol EGP (Exterior Gateway Protocol).
  • Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP)

Menggunakan cost load balancing yang berbeda dan algoritma advanced distance vector. Algoritma tersebut merupakan gabungan dari link-state dan distance vector serta mengggunkan DUAL (Diffusing Update Algorithm) untuk menghitung rute terpendek.
  • Routing Information Protocol (RIP)

Merupakan protocol yang mengatur routing table menurut router yang terhubung. Dan router selanjutnya memberikan informasi ke router yang terhubung secara langsung.
  • Open Shortest Path First (OSPF)

Routing standar yang digunakan pada  beberapa vendor jaringan dan dijelaskan di RFC 2328. Dilengkapi dengan algoritma link-state atau disebut dengan algoritma Dijkstra / SPF.
Cara kerja ptotokol: jalur terpendek dari “pohon” akan dibangun lalu diisi dengan rute-rute terbaik oleh routing table yang dihasilkan dari “pohon’ itu. OSPF hanya berperan dalam mendukung routing IP. Update routing akan terjadi ketika ada perubahan topologi jaringan dan dilakukan secara floaded.

C. Class in Routing Protocol

Jenis-Jenis Routing Berdasarkan Class in Routing Protocol

1. Distance vector

Protocol yang termasuk pada kategori class ini akan menentukan rute terbaik ke sebuah jaringan berdasarkan jarak tempuh rutenya. Jalur/rute routing dengan jarak hop yang paling pendek ke jaringan yang dituju akan menjadi suatu pilihan jalur terbaik.

2. Link state


Istilah lainnya ialah protocol shortest-path-first. Routing tablen yang terdapat pada routernya memiliki fungsi yang unik, yaitu fungsi routing table-nya terpisah dan menjadi 3 table. Yang pertama berfungsi untuk mencatat perubahan dari jaringan-jaringan yang terhubung langsung. Yang kedua berfungsi untuk menentukan topologi pada seluruh internetwork. Dan yang ketiga berfungsi untuk routing table.

3. Hybrid

Protokol yang terakhir ini termasuk dalam kategori class yang menggunakan aspek-aspek routing protocol berjenis distance-vector dan link-state.
Itulah penjelasan mengenai jenis-jenis routing berdasarkan sifat routing, protokol routing dan kelas protokol yang digunakan. Semoga bermanfaat dan mudah dipahami!
Continue reading Jenis Routing Berdasarkan Beberapa Aspek
,

Karakteristik Firewall & Artistekturnya dalam Jaringan Komputer



Apakah Anda pernah mendengar istilah firewall? Seperti apa karakter firewall yang Anda ketahui? Firewall merupakan sebuah perpaduan atau kombinasi antara perangkat keras dan perangkat lunak.
Firewall berguna untuk memisah sebuah jaringan komputer menjadi dua maupun lebih bagian agar supaya data yang ada di dalamnya tetap aman. Ada juga yang mendefinisikan firewall sebagai sebuah sistem kemanan yang ada pada suatu jaringan yang berguna untuk melindungi komputer dari berbagai serangan luar yang bisa datang kapan saja.
Kegunaan lain dari firewall adalah untuk membatasi maupun mengontrol terhadap siapa saja yang hendak masuk dan mengakses data yang ada di dalam suatu jaringan komputer. Firewall juga mengacu terhadap sebuah pengatur komunikasi yang dilakukan oleh dua jaringan yang memiliki karakter atau tipe tidak sama. Firewall memiliki ciri atau karakteristiknya sendiri. Lalu seperti apa karakteristik firewall? Berikut ini jawabannya untuk Anda.

Karakteristik Firewall


Sebenarnya karakteristik firewall bisa dibagi menjadi dua. Yang pertama dinamakan sebagai personal firewall, dan yang kedua dinamakan sebagai network firewall. Di bawah ini telah kami sajikan informasi penting mengena kedua ciri atau karakteristik dari firewall tersebut.

1. Personal Firewall

Personal firewall merupakan firewall yang dimanfaatkan oleh individu atau perseorangan yang dimanfaatkan untuk melindungi komputernya dari berbagai serangan luar yang bisa menyerang dan mengambil data.
Biasanya firewall ini akan berbentuk sebuah perangkat lunak atau software yang sebelumnya sudah terbundel di dalam sistem operasi. Selain itu, firewall ini juga bisa berupa sebuah aplikasi  yang harus diinstal terlebih dahulu sebelum pengguna tersebut memasangnya untuk digunakan sebagai benteng.
Beberapa manfaat yang diperoleh dari penggunaan personal firewall adalah pengguna bisa terhindar dari spamming, spyware, atau juga virus yang bisa masuk kapan saja ke dalam komputer tanpa sepengetahuan kita.

2. Network Firewall

Karakteristik Firewall dan Network Firewall
Seperti namanya, network firewall merupakan sebuah keamanan yang digunakan di dalam sebuah jaringan komputer. Terdapat berbagai macam network firewall yang saat ini beredar di luar sana. Beberapa contoh dari network firewall yang terkenal antara lain: ISA Server, IP Tables, Cisco ASA, Cisco PIX, dan lain sebagainya. Kesemua jenis dari network firewall ini pada dasarnya memiliki satu fungsi yang sama, yakni untuk melindungi sebuah jaringan komputer dari berbagai kejahatan dunia maya yang bisa kapan saja masuk dan mencuri data penting.
Selain karakteristik firewall yang sudah kami sebutkan di atas. Sebenarnya ada beberapa karakteristik dari firewall yang juga harus Anda ketahui agar supaya Anda semakin paham mengenai sistem keamanan yang satu ini.
  • Firewall haruslah sangat tangguh terhadap berbagai serangan yang datang dari luar. Dengan begitu, maka sistem operasi yang digunakan akan lebih aman dan juga kita tidak perlu khawatir data atau informasi penting yang ada di dalam komputer maupun laptop akan dicuri.
  • Firewall akan membuat aktivitas atau kegiatan yang dilakukan merupakan kegiatan yang sudah terdaftar di dalam jaringan tersebut. Artinya, ada sebuah pembatasan terhadap beberapa kegiatan yang berpotensi membahayakan sistem komputer. Cara yang dilakukan adalah dengan mengatur bagian policy yang terdapat di dalam konfigurasi.
  • Seluruh kegiatan yang dilakukan yang mana kegiatan tersebut berasa dari dalam maupun dari luar harus melewati firewall terlebih dahulu. Dengan begitu, firewall bisa melakukan pembatasan atau bahkan pemblokiran terhadap akses yang berpotensi membahayakan jaringan.

Fungsi Firewall

  • Firewall digunakan untuk mengontrol atau mengawasi paket data yang ada di dalam jaringan. Nanti firewall akan melakukan pengawasan dan pengaturan terhadap paket data tersebut dan kemudian menyaringnya.
  • Digunakan untuk mengecek paket data yang melewati jaringan privat.
  • Digunakan untuk melakukan pengecekan terhadap akses apakah mencurigakan atau tidak.

Artistektur Firewall

Karakteristik Firewall dan Artistekturnya

1. Dual-homed Host

Arsitektur firewall yang pertama dinamakan sebagai arsitektur dual-homed host. Artinya, arsitektur yang satu ini harus terdapat setidaknya interface jaringan sebanyak 2.
Untuk bisa mengaktifkan arsitektur ini, maka router yang ada di dalam jaringan komputer tersebut harus dinon-aktifkan terlebih dahulu. Selain itu, sistem komputer nantinya dapat melakukan komunikasi dengan dual-homed host dan juga sistem yang ada di luar firewall. Namun, kedua sistem ini tidak bisa melakukan komunikasi langsung.

2. Screened Host

Arsitektur firewall yang kedua dinamakan sebagai arsitektur screened host. Fungsi dari arsitektur yang satu ini adalah menyediakan layanan yang berasal dari jaringan host untuk kemudian diberikan kepada jaringan lokal atau internal dengan cara menggunakan router yang diatur terpisah. Cara melakukan pengamanan dengan menggunakan screened host adalah dengan memanfaatkan paket filtering.
Jadi, setiap sitem yang berasal dari luar atau eksternal yang hendak mengakses sistem dalam atau internal sebelumya harus meminta izin terlebih dahulu dan harus langsung terkoneksi dengan bastion host. Bastion host merupakan host yang digunakan jika pengguna ingin memperoleh tingkat keamanan yang lebih tinggi. Bastion host ini letaknya terdapat di jaringan internal.

3. Screened Subnet

Arsitektur screened subnet merupakan arsitektur dari firewall yang juga akan kami bahas. Fungsinya adalah untuk menambahkan layer pengaman sebagai tambahan yang terdapat di dalam screened host. Bagaimana caranya? Caranya adalah menambahkan sebuah jaringan parameter agar lebih mudah untuk mengisolasi pada jaringan internal.
Jaringan parimeter ini nantinya akan mengisolasi bastion host sehingga membuatnya tidak langsung bersentuhan dengan jaringan internal. Arsitektur tipe ini juga terkenal yang paling sederhana karena hanya memiliki dua screening router yang kesemuanya sudah terkoneksi ke jaringan parameter. Posisi router pertama berada di antara jaringa internal dan jaringan parameter. Sementara router kedua lokasinya berada di antara jaringan eksternal atau yang juga dinamakan dengan internet dan jaringan parameter.
Itulah penjelasan mengenai karakteristik firewall beserta arsitekturnya dalam jaringan yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat dan mudah dipahami!
Continue reading Karakteristik Firewall & Artistekturnya dalam Jaringan Komputer
,

Pengertian Telnet Beserta Sejarah, Fungsi dan Cara Kerjanya

Pengertian Telnet

Bagi sebagian masyarakat mungkin belum pernah mendengar istilah ini, suatu teknologi pada jaringan yang biasa disebut dengan Telnet. Definisi dari Telnet atau Telecommunication Network adalah suatu protokol client – server yang dapat memberikan akses terhadap komputer secara jarak jauh (Remote).
Perangkat Telnet ini biasa disingkat TN serta bisa juga diartikan sebagai virtual atau emulasi terminal yang memanfaatkan protokol tersebut dengan tujuan yang sama, yakni mengakses komputer secara remote.
Selain untuk login atau mengakses komputer lain Telnet juga biasa dipakai untuk mengakses berbagai layanan umum seperti katalog, perpustakaan atau jenis database lainnya. Dengan kata lain kita dapat saling terhubung dan mengakses antar komputer selama dalam satu jaringan. Hal ini diyakini lebih mudah daripada memberikan aplikasi ke semua user yang ingin mengakses.
Memang saat ini sudah banyak bermunculan software – software khusus Remote seperti Team Viewer dan lain – lain. Namun tetap untuk penggunaan nya memerlukan koneksi internet dan karena memiliki fungsi khusus untuk Remote dari jarak yang lebih jauh Team Viewer juga memerlukan ID serta Password komputer target. Pada Telnet penggunaan nya kurang lebih sama namun tanpa melibatkan software luar (menggunakan Command Line pada komputer) serta jaraknya lebih kecil.

Sejarah Telnet



Mengingat peran nya yang melekat pada penggunaan komputer maka sejarah kemunculan Telnet (Telecommunication Network) tidak berselisih jauh dengan kepopuleran penggunaan komputer itu sendiri. Protokol Telnet ini pertama kali diperkenalkan kepada publik oleh seseorang yang bernama Postel pada tahun 1980.
Karena kemunculan nya ini pun banyak pihak developer yang mulai merancang sotware serupa dengan Telnet namun dengan kapasitas serta kemampuan yang berbeda – beda. Akan tetapi keberadaan Telnet tetap mendapatkan tempat tersendiri bagi pengguna.
Meskipun saat ini tidak sepopuler Internet namun keberadaan Telnet ini sudah menjadi bagian dari Internet dan dunia komputer semenjak munculnya gagasan terhubung nya komputer melalui suatu jaringan (network).
Namun untuk bentuk dan inovasi sudah mengalami banyak perubahan dari waktu ke waktu. Sama halnya dengan kebanyakan titik lemah dari Internet, pada Telnet juga masih ditemui kekurangan yakni rawan terjadi hacking atau pembobolan. Oleh sebab itu perlu proteksi lebih baik pada komputer yang terlibat.

Fungsi Telnet


Untuk fungsi dari Telnet sendiri sempat sedikit disinggung sebelumnya yakni untuk untuk bisa mengakses komputer dari jarak jauh atau istilahnya secara Remote. Hal ini dikarenakan ketika menggunakan Telnet maka komputer akan dapat difungsikan sebagai terminal dari komputer lainnya yang ada di jaringan internet. Dengan menggunakan Telnet pengguna juga dapat login ke komputer lain serta melakukan kegiatan dalam komputer tersebut layaknya seperti digunakan secara langsung.
Pada Telnet user interface nya cukup ramah dan sederhana sehingga dalam pengoperasian tidak memerlukan waktu yang lama dalam pemahaman. Sebagai pengguna anda hanya tinggal memberikan perintah jarak jauh seperti halnya melakukan hal yang sama ke Command Line komputer anda sendiri.
Namun perlu diketahui bahwa pada Telnet ini penggunaan NTLM Authentication nya tanpa dienkripsi sehingga seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya menjadi rawan dibobol oleh sniffers untuk dicuri password nya. Pada Administrator System sebaiknya menghindari pemakaian Telnet Server, namun SSH pada Linux untuk mencegah terjadinya pencurian data password.
Untuk bisa menggunakan Telnet juga perlu diingat ada beberapa syarat yang harus dipenuhi mulai dari perangkat komputer yang meremote dan diremote dengan kondisi dua – duanya harus terhubung (LAN atau Wireless). Selain itu komputer juga harus terhubung pada port 23 atau di SSH 22. Setelah semua syarat terpenuhi barulah bisa melakukan instalasi Telnet.

Cara Kerja Telnet


Sebelum membahas mengenai cara kerja Telnet, terlebih dahulu kita ketahui bahwa Telnet menggunakan 2 program yakni Client dan Server. Proses bekerja nya Telnet akan selalu melibatkan dua program tersebut. Untuk masing – masing tugas dari Client dan Server adalah sebagai berikut :

Tugas Client

  • Membuat koneksi TCP atau Transfer Control Protocol dengan pihak server
  • Menerima input data atau perintah dari pengguna (user)
  • Input data yang masuk akan diformat ulang terlebih dahulu dan diubah dalam bentuk format standard sebelum akhirnya dikirim ke server
  • Menerima output dari pihak server

Tugas Server

  • Memberikan informasi pada software jaringan mengenai kesiapan komputer dalam menerima koneksi
  • Menerima input atau permintaan dalam bentuk standard dari pihak client
  • Mengeksekusi perintah yang sudah masuk
  • Mengirimkan output atau hasil ke pihak client untuk selanjutnya ditindaklanjuti oleh pengguna
Setelah memahami masing – masing tugas pada Client dan Server maka seharusnya sudah ada gambaran dari cara kerja Telnet secara keseluruhan. User atau pengguna yang ada di pihak client terlebih dahulu menyiapkan koneksi TCP serta mengetikkan nama (ID) dan password agar bisa dihubungkan dengan server.
Setelah dilakukan verifikasi dan terbukti bahwa ID serta password yang dimasukkan benar maka server akan memberikan informasi kepada software jaringan bahwa semua pihak sudah siap dan terkoneksi.
Software akan memunculkan suatu shell prompt sebagai tempat menulis perintah yang akan dijalankan. Setelah diisi oleh user maka perintah akan diubah kedalam format standard untuk kemudian dapat dikirimkan ke server. Pihak server menerima perintah dan mengeksekusinya serta memberikan output ke pengguna melalui terminal client. Dengan demikian pengguna atau user dapat membaca dari layar apakah perintah yang dijalankan sudah sukses atau belum.
Itu penjelasan tentang pengertian telnet serta fungsi dan cara kerjanya. Semoga bermanfaat dan mudah dipahami!

Continue reading Pengertian Telnet Beserta Sejarah, Fungsi dan Cara Kerjanya
, ,

Komponen jaringan komputer atau Perangkat jaringan komputer

Beberapa hari ini banyak anak-anak SMA yang sering datang ke warnet yang katanya mencari informasi tentang apa itu jaringan komputer? dan kegunaan dari perangkat jaringan komputer tersebut, nah daripada mubazir sekalian saja saya share di blog, hitung-hitung untuk pengingat saya di hari depan siapa tau ada yang mencari tugas seperti ini lagi jadi bisa cepat membuatnya.

I. Pengertian Jaringan Komputer

Jaringan komputer dapat diartikan sebagai suatu jaringan komunikasi antara dua komputer atau lebih yang digunakan untuk pertukaran data. Mungkin kita sudah sering sekali mendengar istilah LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network). Untuk komunikasi 2 komputer atau lebih tapi masih di dalam area yang sama semisal gedung yang sama, bisa di sebut sebagai LAN, bentuk pengaplikasian yang paling kompleks dari WAN adalah Internet itu sendiri, di mana lebih dari satu juta komputer saling terhubung satu sama lain nya.
Biasanya setiap komputer yang terhubung ke jaringan local (LAN) akan diberikan suatu kode unik yang cukup mudah di ingat, seperti 192.168.1.1 atau 192.168.1.2. Akan tetapi untuk WAN dapat di pastikan lebih dari 1 juta unit komputer yang terhubung, karenanya WAN diberikan nama domain untuk menggantikan suatu alamat IP address semisal http://google.com yang sebenarnya jika diakses akan memanggil IP 27.123.1.30.

II.  Fungsi Jaringan Komputer

Di era sekarang ini sangatlah terasa sekali manfaat dari jaringan komputer, berkat hadirnya tekhnologi ini informasi dapat dengan cepat tersebar, selain itu masih ada lagi manfaat dari komputer yang tersambung ke jaringan.

  1. Seperti yang sudah dijelaskan dengan singkat di atas, dengan terhubungnya komputer ke jaringan seperti Internet, informasi dapat disebar luaskan dalam waktu yang sangat singkat, bisa di bilang dalam hitungan detik saja, lihat saja dengan hadirnya E-mail, Aplikasi Chatting, dan juga social media website yang sangat-sangat membantu dalam menyebar luaskan informasi. Sehingga pengguna komputer dapat mencari suatu informasi yang dibutuhkan tanpa harus pergi kemanapun selama komputer nya terhubung ke jaringan.
  2. Dalam segi keuangan pun, berkat adanya jaringan ini, biaya untuk mengirimkan informasi menjadi sangat kecil, dan sangat cepat. Pengaplikasian skala kecil contohnya pada proses penyebaran informasi pada kantor dengan 200 unit komputer, dengan beberapa printer saja, dengan adanya jaringan ke 200 komputer tadi dapat menggunakan printer mana saja dan perusahaan tidak harus membeli 200 printer untuk mendampingi setiap komputer nya.
  3. Dengan adanya jaringan, lahirlah system server, semisal server data terpusat, user bisa mengakses dari komputer mana saja yang terhubung ke jaringan local untuk mengambil datanya sesuai dengan hak mengakses user tersebut.

III. Peralatan Jaringan Komputer 

Peralatan umum suatu LAN yang sering kita temui adalah Lan Card atau biasa disebut NIC (Network Interface Card). Seperti yang sudah sobat ketahui semua pada masa sekarang ini dapat dipastikan di setiap Mainboard/Motherboard komputer sudah terdapat setidaknya sudah ada 1 penghubung ke jaringan yaitu port Lan Card yang sudah terpasang dari pabrikan, alat-alat lainnya yang dibutuhkan untuk membangun suatu jaringan yang lebih luas lagi dapat berupa :

1. Hub

Hub atau Switch adalah alat yang sering sekali digunakan jika menghubungkan lebih dari 2 unit komputer, karena berkat jasa HUB ini lah semua paket data dari satu komputer bisa di kirim ke komputer lainnya.


2. Access Point

Access Point sering di singkat dengan AP atau biasa kita sebut pemancar WiFI, alat ini berfungsi menyebarkan akses internet dari kabel agar dapat diakses secara Wireless.


3. Router Access Point

Router adalah sebuah alat yang dapat menghubungkan 2 jaringan network yang berbeda sehingga dapat saling berkomunikasi, semisal IP 192.168.1.0/24 akan dapat berkomunikasi dengan IP 193.178.43.0/24, karena fungsi router itu sendiri yang mampu membagi sekaligus menyatukan segmen yang berbeda.

Router Access point pada penggunaannya serupa dengan Access Point, akan tetapi Router dapat menyatukan 2 IP segmen yang berbeda ataupun memisahkan dan tentunya ada fungsi lain dari Router yang tidak dimiliki Access Point. Penggunaan access point dan router mikrotik sebagai WiFI Corner. Kalau bagi saya ibarat router itu bisa membuat IP sendiri dan membagikannya via fitur DHCP.

4. Wireless Card / Wireless USB

Wireless ini bekerja serupa dengan Lan Card hanya saja system koneksi nya adalah Wireless atau tanpa kabel tidak seperti Lan Card yang berkomunikasi melalui kabel Lan - > HUB -> Router -> Hub -> Tujuan, sehingga bisa mengurangi biaya untuk kabel dan fleksibilitas penempatan komputer. 
Sekarang ini Wireless Card sering disebut Wireless USB karena memanfaatkan port USB jadi tidak perlu lagi di tanam di dalam CPU, sangat berguna sekali terutama pada laptop yang mengalami masalah pada WiFi Internal nya.



5. Modem

Alat yang satu ini termasuk yang sering sekali di dengar “Modem” bentuk nya yang bervariasi mulai dari Modem MiFI, modem USB, Modem ADSL, Modem Fiber Optik dan lainnya. Fungsi nya sebenarnya sudah dijelaskan dari nama alat itu sendiri, Modulator Demodulator yang berfungsi mengubah sinyal digital menjadi sinyal analog atau sebaliknya.
Modem USB contohnya memanfaatkan port USB untuk mengkomunikasikan data dari komputer yang berbentuk digital ke sinyal analog dengan bantuan modem.


6. Lan Kabel

Kabel LAN adalah salah satu media paling dasar yang digunakan untuk menghubungkan antara komputer dengan perangkat jaringan komunikasi lainnya, banyak macam-macam bentuk kabel jaringan dan variasi dari kabel LAN ini, seperti UTP yang biasa kita pergunakan di kantor, rumah, warnet. Kabel STP yang sering digunakan di jaringan komputer outdoor. Coaxial dan juga Fiber Optik. Kabel tersebut memiliki fungsi masing-masing.


Sekian dulu penjelasan singkat soal Jaringan Komputer, jika ada yang ingin di tanyakan silahkan mengisi kolom komentar, akan saya usahakan untuk menjawab secepatnya.
Continue reading Komponen jaringan komputer atau Perangkat jaringan komputer
,

6 Macam Kabel Jaringan Yang Sering Dipergunakan

Macam-Macam Kabel Jaringan

Biarpun tekhnologi sudah semakin maju dibandingkan 10-20 tahun yang lalu, akan tetapi agar computer tetap bisa terkomunikasi tetap dibutuhkan kabel untuk menghubungkan secara fisik, karena berbagai alas an seperti kecepatan kabel tetap lebih cepat dari wireless, biaya lebih murah dari wireless dan banyak lagi alas an.

Ada berbagai macam jenis kabel yang dapat digunakan untuk mentransmisikan data, so siapkan kopi dan makanan kecil untuk cemilan sambil membaca sharing pengetahuan kali ini, jika sobat membutuhkan info mengenai peralatan jaringan komputer bisa ke sini.



1. Kabel Coaxial

Kabel ini pertama kali ditemukan pada tahun 1980 an, kabel coaksial juga sering disebut kabel coax atau koax, kabel ini dapat mentransmisikan data dengan kecepatan hingga 10 Mbps. Kabel ini populer pada tahun 1980 – awal 1990 dimana kecepatan internet pada waktu itu masih 10 Mbps saja.


Kabel Coaxial -  WikiPedia
Kabel Coaxial -  WikiPedia
FDominec [CC BY-SA 3.0 (http://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0/)]


Ada 2 jenis kabel coaxial yang sering dipergunakan yang sering disebut dengan thinnet (10BASE2) dan thicknet (10BASE5). Ciri khas kabel ini adalah sebuah kabel tembaga tunggal di bagian tengah yang diselimuti plastik tebal dan di lapis lagi dengan serabut kawat yang di lapis plastik lagi.


Kabel coax memiliki ukuran yang besar dan juga sangat kaku dan keras sehingga cukup susah untuk digunakan sebagai kabel jaringan, terutama di tempat yang kecil dan sempit. Sehingga penggunaan untuk internet tidak bertahan lama, akan tetapi hingga sekarang kabel jenis ini masih sering dipergunakan untuk menghubungkan antenna analog ke televisi, menghubungkan CCTV ke DVR, dan juga untuk kabel parabola.



2. Twisted Pair Cables

Kabel jenis ini lahir di tahun 90 an, dan dengan cepat menjadi pelopor standard kabel untuk jaringan, pada awalnya kabel ini hanya mampu mentransfer data hingga 10 Mbps saja (Cat3 atau 10 BASE-T), hingga berkembang menjadi kabel yang biasa kita pakai sekarang yaitu kabel Twisted Cat5 atau Cat5e yang mampu mengirimkan data hingga 100 Mbps dan bahkan pada versi barunya dapat mengirimkan data hingga 10Gbps (10GBASE-T), ciri khas kabel jenis ini ada 4 pasang tembaga tunggal yang di belitkan setiap pasang nya untuk kemudian di belitkan dengan pasangan kabel lainnya dengan tujuan mengurangi gangguan electromagnetic.

Kabel Lan UTP Cat5e

Terdapat 2 jenis kabel twisted ini di pasaran, yaitu jenis STP (Shielded Twisted Pair) dan UTP (Unshielded Twisted Pair). Kebanyakan pengguna memilih menggunakan UTP untuk mengkoneksikan komputer ke hub dan antar hub dengan alasan lebih flexible dan juga harga yang murah, sedangkan STP biasanya digunakan di area yang butuh kabel yang lebih terlindungi seperti penggunaan di outdoor antar hub, IP CCTV.



3. Fiber Optik

Kabel jenis ini tidak lagi menggunakan kabel tembaga untuk mengirimkan sinyal listrik, kabel fiber optik menggunakan benang yang terbuat dari kaca dan sinar laser yang berkedip dengan sangat cepat. Kabel jenis ini pun dapat di gulung dengan batasan tertentu sehinga penggunaan nya pun cukup luas. 


Fiber optik terbukti sangat cocok digunakan di jalur jaringan WAN dimana kabel ini seringnya di benamkan di tanah ataupun di luar rungan yang kena panas matahari dan air hujan dan juga dipergunakan di jalur penghubung antar gedung yang membutuhkan jalur komunikasi yang cepat, stabil dan memiliki traffic yang tinggi.

Ada dua jenis kabel fiber optik yang banyak digunakan industri yaitu single mode (100BaseBX standard) dan multimode (100BaseSX standard). Untuk komunikasi jarak jauh kabel single-mode atau single core sering kali dipergunakan karena mampu mengirimkan kapasitas bandwidth yang lebih besar dari multimode, sedangkan untuk jarak dekat sering dipergunakan jenis multimode karena biaya yang lebih murah.



4. Kabel USB

Kabel USB sudah terkenal untuk menghubungkan komputer dengan perangkat lain seperti printer,

fax, mouse dan berbagai perangkat lainnya daripada untuk menghubungkan komputer dengan jaringan atau internet, walaupun ada perangkat khusus yang bisa di tambahkan sehingga port usb dapat digunakan untuk menghubungkan komputer dengan jaringan yang biasa di sebut lan 2 usb adapters.



5. Kabel Serial dan Pararel

Port serial dan pararel hadir pada tahun 1980 dan awal 1990 dimana kehadiran jaringan masih sangat sedikit dan port USB belum lahir, pada waktu itu hampir semua perangkat dan juga jaringan.



terhubung ke port ini untuk berkomunikasi dengan komputer. Untuk terhubung dengan jaringan port serial membutuhkan kabel model null yang dapat mengirimkan data hingga 0.45 Mbps, sangat jauh jika dibandingkan kecepatan rata-rata sekarang yang mencapai 100 Mbps bahkan hingga 10 Gbps.



6. Kabel Crossover

Kabel null adalah salah satu contoh kabel crossover dimana dua jaringan atau dua komputer dihubungkan dengan kabel. Penggunaan kabel jaringan crossover sering diterapkan pada jaringan rumah yang menghubungkan 2 komputer secara langsung beberapa tahun silam.

kabel crossover
Kabel Crossover - Wikipedia

Kabel null
Kabel null - Wikipedia


Dari luar akan susah membedakan kabel tersebut crossover atau kabel straight (kabel urutan standard). Perbedaan akan terlihat saat diperhatikan urutan kabel yang berbeda antara satu ujung kabel dengan ujung lainnya. Jika kabel crossover nya dibuat oleh pabrikan, biasanya akan ada tanda khusus untuk membedakan kabel crossover dengan kabel straight. Sekarang ini router skala rumahan sekalipun sudah dibekali dengan kemampuan crossover sehingga tidak perlu merubah salah satu ujung kabel untuk menghubungkan komputer dengan hub di rumah.


Sekian dulu sob sharing kali ini mengenai macam-macam kabel jaringan yang sering dipergunakan
Continue reading 6 Macam Kabel Jaringan Yang Sering Dipergunakan